Membaca Sajak-sajak Milarepa

Dikutip dari dari artikel Mahaguru Lu: 師尊文集 > 172_隨風的腳步走 > 讀密勒日巴之偈
Kumpulan Karya Tulis Lu Sheng Yan No.172 {Mengikuti Jejak Angin}
Diterjemahkan ke Bahasa Inggris oleh Lotuschef – 21 November 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 讀密勒日巴之偈 Reading Milarepa’s Verses

Di atas adalah sebuah lukisan yang menggambarkan Milarepa.
Di web hanya bisa menemukan gambar itu, yang paling mirip dengan yang pernah kulihat.
Aku pernah melihat Milarepa duduk di atas sebuah batu, di hamparan padang rumput.
Angin meniup ujung kain jubahnya sehingga terlihat “mengambang”! :)
Kamu punya thangka seperti itu untuk dibagikan?

讀密勒日巴之偈
蓮生活佛/文

  偶讀「密勒日巴」的四句偈,令我心中戚戚然。其四偈如下:

  當我觀察此身時,覺彼無常似朝露,不久當老幻死滅。
Saat aku mencermati tubuh ini, aku merasa ia tak kekal bagaikan embun di pagi hari, selang beberapa saat akan menua, mati, dan hancur.

  我觀伴侶親眷時,悟彼實如眾商客,不久離去難常聚。
Saat aku mengamati pasangan dan sanak saudara, menjadi sadar bahwa perjumpaan ini bagaikan para pedagang yang saling bertemu, selang beberapa saat akan berpisah dan sulit untuk sering bertemu.

  我觀血汗財寶時,恰似勤蜂所聚蜜,為他人忙終成空。
Saat aku melihat harta yang dikumpulkan dengan keringat, bagaikan lebah yang bekerja keras mengumpulkan madu, menyibukkan diri sendiri demi orang-orang lain dan pada akhirnya juga menghilang.

  我觀事業家園時,悟彼實如大牢獄,惡業罪行之淵藪。
Saat aku melihat rumah dan pekerjaan/karir dalam hidup ini, aku menyadari bahwa hal itu bagaikan penjara yang besar, sarang berkumpulnya berbagai kejahatan.

  我讀此四偈,汗涔涔下。
Aku membaca empat baris sajak di atas, keringatku bercucuran kemana-mana.

  看世間行者,「密勒日巴」如此說:
Melihat para sadhaka duniawi, Milarepa mengatakan hal berikut:

  貪慾深入心,兢兢患得失,為文字所縛,心無決定見,升斗必計較,以養愛慾女,散亂並逸樂,役身心如奴,身披懶惰枷,繫輪迴巨錨,口云依佛法,實做諸罪行,矯揉順世情,己鼻被人牽,如斯學佛者,時在苦惱中。
Keserakahan yang merasuk hingga ke dalam hati, selalu ketakutan (paranoid) akan untung dan rugi, terpaku oleh berbagai macam tulisan, hati tak bisa tegas, untuk hal-hal untung-rugi yang kecil juga sangat perhitungan, dengan cinta yang memelihara menjadi mendamba wanita, kacau dan menjadi jauh dari sukacita, tubuh dan pikiran dijadikan budak, badan juga bermalas-malasan, mencoba untuk mencapai target utama dari Transmigrasi, mulut mengaku mematuhi ajaran Buddha Dharma, namun malah berbuat banyak dosa, mengikuti sentimen dunia, hidung sendiri dicucuk (disetir) oleh orang-orang lain, kalau mau belajar Buddha Dharma dengan cara seperti ini, pastinya pikirannya akan mendapat banyak gangguan.

  警惕啊!警惕!
Waspadalah Ah! Waspadalah!

  讀「密勒日巴之偈」,深印我心,我也是常常如此觀察的,尤其第二偈,我深深的體會。

  我依止山林時,我觀察親眷,知道難常相聚了,又很多很多的親朋好友,難常相聚了,又佷多很多的聖弟子,難常相聚了,我那一點情,歸何處?

  第一偈,更不用說,一息不來,就是一坯黃土。

  嗟嘆的寫下一詩:

  如何敢說不滿足

  慶幸自己尚能知行止

  只剩那一點情

  不容我死

  看破大牢獄

  看破之時

  才能親證那真如

  活的時候不會永遠的迷糊

  感恩聖者的指引

  提供陽光與空氣

  忍辱之人終於達到淨土

~~~~~~~~~~~~

Jetsun Milarepa

Dikutip dari situs Karma Triyana Dharmachakra, The North American Seat of His Holiness the Gyalwa Karmapa ~ Jetsun Milarepa.

Ekstrak:

[— Bagaimana caranya kita sampai kebingungan dan terperdaya samsara sehingga terus menerus terjerat di dalamnya? Melekat kepada samsara ternyata yang memperdaya kita sendiri.

Justru bukan karena penampakan enam alam samsara atau dunia di luar lingkungan kita yang menyebabkan kita terjerat dan kebingungan: ternyata kemelekatan kita terhadap hal-hal itulah yang mengikat kita.

Demikianlah Tilopa memberitahu Naropa: “Anakku, kita ini tak terbelenggu oleh berbagai macam penampilan; kita justru terbelenggu oleh kemelekatan kita terhadap mereka.”

Bila kita tak menganalisa samsara, hanya dengan mengandalkan kecerdasan kita untuk melihat apapun sebagaimana adanya, kita bisa berdiam di dalam semacam kebahagiaan atau sukacita. Namun hal ini tentunya mengindikasikan kalau kita belum melihat langsung ke dalam samsara dan menganalisanya secara lebih teliti.
Harus menggunakan kecerdasan untuk mengamati berbagai macam rupa (wujud) yang merupakan penampilan para insan: besar, kecil, dan seterusnya, dan berbagai macam rupa yang kita lihat di lingkungan sekitar.
Kita bisa menganalisa itu semua untuk menemukan penyebab dan kondisi kemunculan mereka. Untuk melihat keberadaan para insan, kita bisa melihat pikiran dan tubuh kita sendiri dan bagaimana kedua aspek tersebut menciptakan karma.
Kalau kita mengusutnya lewat cara ini, kita akan mulai paham bagaimana alam keberadaan kita ini muncul, dan kita juga akan melihat bahwa sifat alamiah dari samsara adalah penderitaan.
Secara tradisional, penderitaan dibagi menjadi tiga macam: penderitaan yang meliputi semuanya, penderitaan karena perubahan, dan derita dari penderitaan. —]

Ekstrak:

[— Milarepa menimpali: “Terima kasih atas berkat dari para Buddha, Bodhisattva, Lama Guru-ku dan istrinya, sehingga aku bisa mendapatkan secercah pengalaman, secercah realisasi.

Dengan tubuh yang telah matang seutuhnya ini, rupa fisikku ini, memang memungkinkan untuk mencapai Kebuddhaan.

Tubuh ini adalah perahu yang akan menyeberangkanku melewati Samsara menuju Kebuddhaan.

Namun, juga memungkinkan di mana aku bisa menggunakan tubuh ini untuk menumpuk karma buruk, dan nantinya terlahir kembali ke neraka.

Di sini ada sebuah pilihan.

Aku bisa mengarahkan pikiranku ke aktivitas yang positif dan mencapai Kebuddhaan dalam satu kehidupan, atau aku bisa mengarahkannya ke aktivitas yang negatif dan menuju ke neraka. —]

~~~~~~~~~~~~

Hahaha! Aku khan selalu mengatakan tentang [Pilihan]!

Gunakan Sisa Hidupmu yang Terbatas di kehidupan kali ini dalam Cangkang Manusia dengan sebaik-baiknya agar bermanfaat, bukannya sembrono asal-asalan!

Salam semuanya.

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Share Button

Recent Posts

Speak Your Mind

*