Tugas Koan – Komentar [1]

Dibagikan dari masukan teman-teman beserta tambahan anotasi oleh Lotuschef – 14 November 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 公安作业 Koan Assignment – Comments [1]

Baca juga: Tugas – Koan

** Catatan: batas akhir mengirimkan komentar untuk tugas ini adalah Sabtu, 15 November 2014.

[— Beberapa komentar untuk tugas koan.

Aku ingin memberikan beberapa pandanganku mengenai kasus ini.

Secara pribadi aku merasa kalau ZZ telah mencoba sebaik mungkin untuk mengaplikasikan konsep bodhicitta dengan ingin menolong para insan, tapi ada sesuatu yang agak mengganggu dengan hanya menolong para insan DI LUAR, yang artinya bukan mereka yang dari Ordo Satya Buddha. Tak jelas kenapa dia memilih untuk melakukan hal tersebut, apakah karena perselisihan atau alasan-alasan lain.

Satu lagi adalah saat Mahaguru memberikan tanggung jawab XX kepada si WW, bukan kepada si ZZ, menjadi cukup jelas kalau ZZ tak cocok untuk peran tersebut.
Mungkin kamu benar kalau dia suka memerintah karena mungkin merasa jadi orang penting yang pernah membantu pembangunan beberapa rumah ibadah. Suaranya perlu dipertimbangkan.

Dengan beberapa pointer berikut:
1.    Hanya menolong DI LUARAN
2.    Memastikan bahwa Dharma Satya Buddha terus disebarkan
Adalah hal yang bagus, tapi menurutku, kalau aku menjadi si ZZ, menolong berarti dengan melihat jodoh dan keadaan mau mengulurkan tangan tanpa membeda-bedakan.
Saat ada orang dari Dalam (menurut kasus) yang butuh pertolongan, ya akan jadi aneh kalau tak menghiraukannya.

Memastikan Dharma Satya Buddha untuk terus disebarluaskan juga bagus, tapi hal ini harus dilakukan sesuai dengan jodoh dan tingkat pencapaian mereka yang membabarkan buddha dharma, untuk memastikan versi buddha dharma Satya Buddha yang benarlah yang dibabarkan, begitu juga dengan mengukur kapasitas penerimanya.

Tak bisa mengajar dengan membabi buta.

Pertama, perlu menyadari tingkat realisasi diri sendiri; dan
Kedua, membabarkan dharma bukan dibatasi sebagai kewajiban dari murid-murid Mahaguru generasi awal saja, berhubung lamanya berlindung (bersarana) bukan jaminan murid tersebut punya keberhasilan/realisasi.

Kalau saja si ZZ bisa mengaplikasikan 3 Roda Kesunyataan, ia tak akan memperumit keadaan dengan menarik batas untuk menolong orang Luar dan orang Dalam, karena dari awal dia akan tahu bahwa semua insan adalah Satu adanya.
Kiranya ZZ hanya perlu membenahi  pola pikirnya sedikit lagi dan semuanya akan berubah menjadi lebih baik.
Melakukan amal untuk pendidikan dan para manula tentunya merupakan hal yang baik untuk dilakukan; dan ada banyak cara untuk beramal pula.

Salam. —]

~~~~~~~~~

Tanggapan:

Komentar-komentarmu sudah tepat.

Tapi pertimbangkan juga bahwa ringkasan mengenai si ZZ ditulis oleh orang lain!
Hahaha! Jadi kita hanya bisa “Berasumsi” akan pandangan si penulis akan catatan sejarah si ZZ.

Kalau aku membaca si ZZ, memang sungguh ada unsur “kepemilikan” mengenai dirinya yang merasa perlu menjadi “pusat perhatian” dan menduduki “kursi pemimpin” juga!

Kulihat dia juga terpaku dalam berbagi dharma Satya Buddha menurut VERSI-nya sendiri!
Para relawan di sana juga kebanyakan bukan murid Mahaguru Lu.

Di dalam grup Whatsapp yang berisikan beberapa orang, ia menunjukkan kepada kami mengenai kunjungan yang dilakukan keesokan harinya setelah kunjungan kita!
Ia juga dengan tegas menuliskan bagaimana ia ingin semua kunjungannya dipersingkat! :)

Seperti Shimu, mengklaim telah mengabdikan 41 tahun untuk kesejahteraan Ordo Satya Buddha, namun orang-orang tak paham sama sekali bahwa dengan ia memaksa atau mendikte orang-orang sungguhlah bertolak belakang dengan ajaran Buddha!

Mengklaim kredit atas usaha diri dalam sebuah Pasamuan Umat Buddha atau acara amal, juga bertolak belakang dengan ajaran Buddha!

Hahaha!

Orang ini sungguh Tak Menunjukkan kalau ia percaya pada Mahaguru, dan juga belum paham tujuan dari beramal, serta definisi Pembabaran Dharma pula.
Dharma adalah berbagai macam cara atau metode!

Sayangnya tak banyak yang paham konsep dasar ini dengan benar! :)

~~~~~~~

Teman-temanku sekalian yang terkasih,
Aku sudah bertanya kepada banyak murid “apakah kamu mutlak 100% percaya dan beriman pada Mahaguru Lu?” dan jawabannya selalu 100% percaya pada Mahaguru Lu!

Hahaha!

Mari kita pelajari data yang diberikan di dalam Koan ini.
Saat Mahaguru menugaskan orang lain untuk mengurus badan amal tertentu, dan bila kamu percaya 100% kepada Mahaguru, maka kamu tak akan merasa bahwa semua usaha dan kerja kerasmu di masa lalu menjadi sia-sia.

Kamu harus mengakui bahwa [Mahaguru tahu yang terbaik!]

Karena memang begitulah seorang Guru Akar akan bertindak kepada semua muridnya, tanpa memperhitungkan seberapa banyak usaha dan waktu yang kamu pikir telah dedikasikan untuk membabarkan dharma!

Juga perlu dicatat bahwa: Sebenarnya Tak Ada “Dharma Satya Buddha” juga!

Jadi ternyata Diri Sendiri-lah yang menciptakan berbagai diskriminasi atau pandangan Dualisme akan “Buddha Dharma”!

Sayangnya, banyak yang tak sadar bahwa “Buddha Dharma” hanyalah metode, sekedar cara untuk menolong semua insan; dan cara-cara ini juga banyaknya tak terhingga.
Tapi harus diketahui bahwa semua cara tersebut akan sangat spesifik dan disesuiakan dengan setiap individu!
Kamu membaca Sutra Avatamsaka?
Semua yang pernah kutulis dan bagikan, dijelaskan dengan sangat baik di sutra yang mengagumkan tersebut!

Orang yang menuliskan sejarah si ZZ sedang mencoba untuk membenarkan usaha si ZZ.

Tapi mari kita lihat dari sudut pandang [Amal]!
Konsep 3 Roda Kesunyataan dari Bodhicitta, akan menjelaskan apa arti [Amal] dari perspektif Buddha dengan sangat baik.

Ingin mencapai Kebuddhaan, berarti si sadhaka harus punya pola pikir yang sama dong? :)

Benar sekali! Beramal ke orang dalam dan orang luar Ordo Satya Buddha, merupakan dualisme.

Membuat program untuk semua aktivitas amal hanya dari sudut pandang satu orang saja, sudah menjadi semacam Keterpakuan!

Kalaupun yang ditulis mengenai si ZZ di atas adalah benar, boleh dibilang ZZ telah menyia-nyiakan waktunya selama bertahun-tahun sebagai murid Mahaguru Lu!

Hahaha!
Kamu baca ringkasan ceramah Mahaguru dari situs TBS yang ditulis oleh para VM?
Mereka seperti ZZ dan banyak lainnya, sungguh Tak Punya Iman yang Absolut kepada Guru Akar mereka sendiri, oleh karenanya gagal mempelajari berbagai dharma yang diperlukan untuk Menyelamatkan Diri Mereka sendiri, dan tentunya, tak tahu cara untuk menyelamatkan orang-orang lain pula!

Lalu?
Bagaimana dengan membaca Aura?
Kamu hanya perlu melihat satu kuncinya – Penuaan!
Sungguh!
Mahaguru bilang kalau seseorang akan menjadi lebih muda atau awet muda saat menjalani pelatihan dalam berbagai tingkat menuju Kebuddhaan!
Jadi kalau kamu ternyata malah sakit-sakitan, menua dengan cepat, punya raut wajah yang tak bersahabat:… berarti kamu sungguh tersesat atau kelenger berat!

Bagaimana halnya dengan Pahala? Mohon renungkan akan 3 Roda Kesunyataan!

Bila pemikiranmu akan Amal dan Pembabaran Dharma ternyata lebih membawa kerugian daripada kebaikan, maka lebih baik berhenti saja dan jangan lakukan apapun!

Salam semuanya. 

Lama Lotuschef

Share Button

Recent Posts

Speak Your Mind

*