Waktunya Bermain-main: Berkhayal

Ditulis oleh Lotuschef – 15 Mei 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Fun Time: Delusion 幻觉

Kasus 1

Hai, Fashi,
Hendak berbagi sesuatu, meski hanya sebuah mimpi, bukan atas nama [执着] kemelekatan.
Kemarin setelah sesi pertobatan Vajrasattva, aku mendapatkan mimpi yang baik.
Aku melihat sinar putih mulai dari pancarannya yang kecil hingga sangat gemilang saat menjapa mantra hati Guru.
Aku juga menggunakan sinar putih ini untuk menolong banyak insan.
Mimpi yang sangat baik.
Salam.

[Komentar:]
Dalam kasus di atas, ia yang telah melakukan sadhana pertobatan, boleh dikata bahwa mimpi baiknya memang pertanda pertobatannya diterima!

Kasus 2

Dalam obrolan grup:

Z bilang bahwa Y (seorang muslim) sebaiknya pindah saja ke agama Kristen. Ia mengatakan kalau melihat Yesus Kristus dan hal itu merupakan pengalaman yang menakjubkan baginya.

Y menuturkan bahwa saat ia berumur 18 tahun, di dalam otaknya hanya ada wanita dan wanita melulu. Bahkan hingga di dalam mimpi, ia juga melihat dirinya melakukan banyak hal dengan banyak wanita.

Baginya, semua itu sangat nyata! :)

SEKARANG SAATNYA BERMAIN-MAIN!

Dalam Kasus 1, murid ini memancarkan aura yang bagus dan pengalaman-pengalaman di masa lalunya menunjukkan kalau ia bisa tetap tenang, berkepala dingin, dan berpikir dengan jernih di dalam mimpinya untuk mampu menjapa Mantra Guru.
Yang ini Bukan Khayalan.

Tapi memang ada banyak orang yang terlalu memikirkan suatu hal dan entah bagaimana semua yang mereka sebegitunya damba “TERWUJUDKAN” di dalam mimpinya saat tidur!

Satu hal yang penting adalah Aura macam apa yang mereka pancarkan saat mereka memberitahumu kalau mereka bisa melihat DEWA!
Hahaha!

Aku ingat pernah bertanya kepada seorang fashi di aula utama Vajragarbha Caotun, 17 Mei 2014, sekitar jam 2 siang – apakah ia mampu melihat kebun binatang di sekitar Mahaguru Lu di panggung (berhubung dia punya Penglihatan Khusus)?

Kalau ia mampu melihat ada Kebun Binatang, maka kenapa ia terus-menerus memihak dan memintaku untuk berhenti “membuat kekacauan”?

Bukankah jelas sekali kalau pandangannya masih terbatas?

Orang yang bisa “MELIHAT” belum tentu otomatis dibiang Mata Langitnya TERBUKA!

Ada suatu rentang antara Mata Fisik Manusia hingga ke Mata Langit!

Di artikel sebelum ini, si suami berkata bahwa ia bisa melihat istrinya sebagai sebuah Tengkorak!
Kuberitahu kamu bahwa melihat Tengkorak berarti orang ini belum mencapai Mata Langit Sepenuhnya!

Demikianlah teman-temanku sekalian yang terkasih, saat aura-mu tak cocok (dengan ucapanmu), maka yang kamu mimpikan ataupun lihat adalah Khayalan belaka, yang merupakan perwujudan hal yang paling kau damba!

Saat ada orang yang memberitahuku kalau dia mampu melihat Mahaguru di dalam atau di luar mimpi, aku pasti akan melihat auranya dengan teliti!

Hahaha!

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Disunting dari Jurnal Lotuschef

Recent Posts

Speak Your Mind

*