Tak Punya Rasa Hormat Kepada Guru

Ditulis oleh Lotuschef – 5 Mei 2013
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Showing Disrespect Towards Guru

Kemarin malam, Guru dengan sabar berkeliling untuk memberikan berkat.

Coba tebak apa yang terjadi?

#2 berlagak seperti PEMIMPIN, mengambil tas selempang Guru dan berjalan di depan Guru sambil memegang tas Guru untuk disentuh para umat!!!
Tindakan yang sangat menjilat para umat, seakan-akan memberi mereka KESEMPATAN LANGKA & BERHARGA untuk “menyentuh Guru”!
Ingin menunjukkan kalau dia bersedia berbagi “barang berharga” Guru dengan semua orang?

Hahaha!
Membiarkan setiap orang untuk menyentuh barang-barang milik Guru adalah suatu tindakan yang sangat tidak menghormati Guru dan melanggar privasi Guru!!!

Pola pikir duniawi untuk mendapatkan penghargaan lewat menjilat dan juga menyentuh harta benda seorang Buddha untuk mendapatkan pemberkatan sungguh bukan hal yang sepatutnya dilakukan oleh orang yang sebegitunya ingin mendapat predikat Tercerahkan, bukannya begitu?

Omong-omong, dia masih membawa tas Guru saat mendatangiku kemarin malam!!!
Tas Guru memberinya kekuatan untuk mengendalikan orang lain?
Tas Guru memberinya kekuatan seperti seorang Buddha?
Hahaha!

Kemarin dalam ceramahnya, Guru bilang bahwa mentalitas (jiwa pikiran) paling mendasar dari Hinayana adalah TIDAK MENCELAKAI SIAPAPUN!
Apa memangnya pikirannya terlalu penuh dengan agenda pribadinya sendiri hingga tak mampu mendengarkan omongan Guru?
Atau malah merasa tak perlu mendengarkan Guru sama sekali?

Waktu Guru bertanya [Apa itu Nirwana?], dia memasang tampang datar tanpa ekspresi dan melihat ke arah depan tanpa menengok sedikitpun ke arah Guru!
Ia juga tak bisa menjawab pertanyaan Guru serta takut ditunjukkan di muka umum seperti sesi sebelumnya di mana Guru menyalahkan para VM yang mengaku mampu mempertahankan kondisi meditatif selama 30 menit!

Berkali-kali Guru berkata untuk tak perlu memohonnya untuk tidak memasuki Nirwana, tapi Saudara dan Saudari Besar ini masih memaksa semua orang untuk membacakan pernyataan yang mereka rancang tersebut! Hahaha!

Sebenarnya, sekedar mendoakan Guru supaya sehat, bahagia dan leluasa, sudahlah lebih dari cukup.

Aku sendiri merasa bahwa meminta Guru untuk terus memutar Roda Dharma dan tidak memasuki Nirwana seperti tak menghormatinya, karena rasanya seperti mendikte Beliau!
Apa Guru tak punya kebebasan untuk berbuat sekehendaknya? :)

Yang #2 dan hampir semua VM tanamkan ke dalam pikiran para umat adalah Kemelekatan dan Keterpakuan pada Benda Duniawi dan Nafsu untuk memilikinya!

Coba dipikirkan: Guru sudah jalan berkeliling untuk memberi berkat pada mereka yang hadir.
Kenapa semua orang masih harus menyentuh tas yang ditawarkan untuk disentuh?
Apa #2 merasa kurang cukup melihat Guru yang secara pribadi memberkati setiap umat?
Meragukan kekuatan atau kemampuan Guru sebagai seorang Buddha?

Sungguh menyedihkan melihat orang yang begitu tersesatnya dan masih terus mencelakai dirinya sendiri, menggali kuburannya sendiri lebih dalam?

Lalu kenapa aku menolak mengikutinya? :)
Hahaha! Ingatkah artikel tentang [Antek-anteknya Iblis]?
Antek-anteknya menunjukkan bahwa dia dan shimu berada di kamp yang berbeda!!!

Ya! Ia mengklaim bahwa Shimu sedang menunggu di bawah dan ingin bicara denganku.
Apa aku bisa mempercayainya kalau para anteknya tidak sedang menunggu untuk memojokkanku di salah sudut yang gelap hanya untuk menutup mulutku?
Hahaha!
Antek-anteknya bahkan mau membantunya untuk menggulingkan Guru, apalagi seorang ibu tua sepertiku? :)

Kudengar dari banyak sumber bahwa banyak bhiksu dan bhiksuni meninggalkan Satya Buddha karena mereka tak tahan dengan intimidasi dan tindasan terus-menerus dari para Saudara & Saudari Besar ini. Mereka merasa punya hak untuk mengontrol dan mendiktemu!

Teman-teman sekalian yang terkasih, sudahkah membaca komentarku mengenai surat dari Komite Pusat?
Sudahkah pula membaca post dari Komite Pusat yang mereka katakan berasal dari pernyataan Guru?

Kamu masih bisa mempercayai mereka untuk MEMBERITAHUKAN KEBENARAN SEBAGAIMANA ADANYA, dan tidak Memalsukan Kebohongan demi agenda-agenda pribadi mereka? Hahaha!

Buddha bilang hanya Hormati mereka yang memang Layak Dihormati!!!
Mereka merasa mau berada di tingkat manapun, semuanya terserah kamu untuk menerimanya atau tidak.

Di Sutra Intan tertulis “Tak Ada Bentuk”, dan menurut Guru: ia adalah Kebijaksanaan yang dapat menghancurkan segalanya!

Ambil alih nasibmu sendiri, dan jangan berikan kekuasaan pada orang lain untuk mengendalikan, mendikte dan mencelakaimu!

Buddha Dharma digunakan untuk semua insan supaya bisa meninggalkan penderitaan, bukannya untuk beberapa kelompok minoritas untuk menyebabkan penderitaan bagi para insan lain!

Salam semuanya.

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Share Button

Recent Posts

Speak Your Mind

*